PNS = Pegawai Negeri Sipil, ASN LEBAY = Berlebihan, PNS LEBAY = ASN/PNS yang berlebihan...
Meningkatkan Kinerja PNS
10 Desember Hari Korupsi Sedunia
Dibuka lowongan untuk menjadi Pejabat Pemerintah dengan persyaratan:
1. IPK maksimal 1,00; Pintar atau Bodoh tidak menjadi prioritas tapi harus Pintar dan Pandai menjilat dan menyikut.
2. Berkepribadian Meyenangkan Atasan
3. Integritas Tinggi; tidak boleh melawan arus, dapat mengikuti kebiasaan yang sudah ada, meskipun kebiasaan itu salah, tdk efektif, tdk efisien, merugikan anak buah, dsb, yang penting aman.
4. Dapat mengoperasikan Komputer, Diutamakan mempunyai kemampuan "kwitansi" enjineering untuk peng SPJ-an.
5. High Team Work, mampu bekerja sama dengan bendahara untuk pengaturan pemotongan-pemotongan dan setoran-setoran.
6. Determinasi Tinggi, mempunyai keterampilan menguasai anak buah dengan untuk memecah belah mereka.
7. High Pressure; mampu bekerja dalam kebohongan tingkat tinggi.
8. Negotiation Skills; Mempunyai kemampuan bernegosiasi dengan pihak-pihak pemeriksa (seperti bawasda, kejaksaan, BPK, dsb)
Bagi yang tidak mempunyai kualifikasi dan klasifikasi yang dipersyaratkan di atas, jangan berharap sedikitpun untuk menjadi pajabat, karena jabatan itu adalah "amanah", bukan untuk diperebutkan atau dibeli.... :)
Selamat Hari Korupsi Sedunia...
Tipe-Tipe PNS
Ada beberapa jenis PNS yang muncul akibat sistem yang amburadul ini:
1. PNS Calon Pejabat ; Siap untuk diangkat menjadi pejabat dengan cara apapun dan bayar berapapun. Siap menjilat atasan dan berlindung di ketiak atasan.
2. PNS Cari Aman; yang penting ke semua orang harus baik, walaupun itu salah, walaupun itu tidak enak, tidak ada inisiatif, kreatifitas, diam saja, ikuti arus saja, yang penting aman... (Jumlah Tipe PNS ini paling banyak)
3. PNS Calon Dipindah; Penuh inovasi dan kreatifitas, berani berbeda pendapat dgn atasan, mempunyai ide-ide untuk pengembangan. (Jumlah Tipe PNS ini sangat sedikit sekali, kalaupun ada mungkin sudah dipindah ke kelurahan terpencil)
Hari Anti Korupsi Dunia 09 Desember 2008
hehehehehe... anti korupsi... susaaaahhhhh neng...
- Tiap kegiatan harus setor ke dinas/instansi 10%
- Honor dan lembur di atur antara kepala seksi dengan bendaharanya.
- Gimana mau bagus hasil kegiatannya, 10% dah setor ke dinas katanya untuk koordinasi, honor dipotong juga 10%, belum honor yang di "patpatgulipat" tandatangan 500rebu, keterima cuman 200rebu... belum SPJ aspal, kuaitansi dan bon aspal (yang penting ber NPWP... hehehe lucu deh...), gimana nga akan bermasalah dengan kejaksaan, BPK, atau institusi pemeriksa lainnya, kalau uang untuk kegiatan sudah habis untuk dikorupsi... pantaslah... makanya potong tuh lingkaran setannya.
- lelang diatur biar dapet uang japrem, kalau nga diaturpun yang menang tetap diminta uang, uang dinaslah, buat kejaksaan lah, buat apalah... yang jelas buat korupsi...
- beda pendapat dengan atasan biar dinas bersih dari korupsi??resikonya; mau dipindah ke kelurahan terpencil!!!??? gitulah budaya feodal yang masih membabi buta, saya keponakan ini, saya kakak ipar kang sekda, saya anunya ini... halah yang jelas... anda tidak punya kemampuan dan kepantasan jadi pejabat, kemampuan anda hanya "feodalisme"
- BKD (badan kepegawaian daerah) atau apapun istilahnya, nga ada papanya, kalau mau pindah tinggal bayar, kalau pejabat mau mindahin karyawan yang tidak cium tangannya dan menjilat bokong pejabat, tinggal bikin disposisi saja, pindahkan ke kelurahan paling pojok :)
- Bapak Haji Anuini... halah sudah haji tapi kelakuan kaya calo terminal,
pejabat yg sudah haji : hallo pa haji gimana nih proyek ini ada yang nyanggah, gimana nih biar kondusif
pejabat yg sudah haji juga: oh coba deh suruh panitianya ke kantor saya yah ji... nanti kita aturlah biar kondusif...
halah hajiiii.... hajiiii... kalau lupa aja nulis gelar hajinya... nga bakalan di tandatangan tuh :)
haji lebay siah!!!