Arti Lebay, PNS, Pegawai Negeri Sipil, Tipe-tipe PNS, Untung Jadi PNS, PNS kaya, Baju Dinas PNS, Kinerja PNS, Jabatan & Golongan PNS

Meningkatkan Kinerja PNS

Sistem penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberlakukan di Indonesia mengacu kepada sistem pemberian gaji dasar yang sangat rendah, serta tidak secara langsung menyesuaikan dinamika perubahan inflasi dan biaya hidup dari tahun ke tahun. Dengan tingkat inflasi Indonesia yang relatif tinggi, mata uang rupiah terus mengalami depresiasi terhadap mata uang jangkar (US $). Kondisi tersebut berdampak terhadap semakin lemahnya daya beli masyarakat, termasuk PNS. Dengan sistem penggajian sekarang ini, mayoritas PNS di Indonesia akan merasa sulit untuk mendukung pemenuhan kebutuhan primer sehari-hari setiap bulannya, walaupun dalam kategori hidup sederhana. Sistem penggajian ini diyakini merupakan salah satu penyebab timbulnya korupsi (corruption by need). Bentuk korupsi tersebut adalah dengan melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memanfaatkan aturan hukum yang lemah untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidup. Kenyataan bahwa gaji PNS tidak memadai menumbuhkan sikap permisif masyarakat terhadap perilaku korupstif PNS. Demikian pula, sikap toleransi PNS terhadap lingkungan kerja yang korup menjadi semakin meluas di seluruh Indonesia, seiring berkembangnya pola hidup masyarakat yang semakin konsumtif. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia merupakan salah satu Negara yang terkorup di dunia sehingga harus segera dicarikan solusinya.

10 Desember Hari Korupsi Sedunia

Setelah 9 Desember 2008 hari anti korupsi sedunia, maka besoknya adalah hari korupsi sedunia, apalagi di Indonesia, terbukti langsung muncul lowongan kerja untuk menjadi PNS dan langsung jadi pejabat:


Dibuka lowongan untuk menjadi Pejabat Pemerintah dengan persyaratan:

1. IPK maksimal 1,00; Pintar atau Bodoh tidak menjadi prioritas tapi harus Pintar dan Pandai menjilat dan menyikut.
2. Berkepribadian Meyenangkan Atasan
3. Integritas Tinggi; tidak boleh melawan arus, dapat mengikuti kebiasaan yang sudah ada, meskipun kebiasaan itu salah, tdk efektif, tdk efisien, merugikan anak buah, dsb, yang penting aman.
4. Dapat mengoperasikan Komputer, Diutamakan mempunyai kemampuan "kwitansi" enjineering untuk peng SPJ-an.
5. High Team Work, mampu bekerja sama dengan bendahara untuk pengaturan pemotongan-pemotongan dan setoran-setoran.
6. Determinasi Tinggi, mempunyai keterampilan menguasai anak buah dengan untuk memecah belah mereka.
7. High Pressure; mampu bekerja dalam kebohongan tingkat tinggi.
8. Negotiation Skills; Mempunyai kemampuan bernegosiasi dengan pihak-pihak pemeriksa (seperti bawasda, kejaksaan, BPK, dsb)


Bagi yang tidak mempunyai kualifikasi dan klasifikasi yang dipersyaratkan di atas, jangan berharap sedikitpun untuk menjadi pajabat, karena jabatan itu adalah "amanah", bukan untuk diperebutkan atau dibeli.... :)

Selamat Hari Korupsi Sedunia...

Tipe-Tipe PNS

Ada beberapa jenis PNS yang muncul akibat sistem yang amburadul ini:

1. PNS Calon Pejabat ; Siap untuk diangkat menjadi pejabat dengan cara apapun dan bayar berapapun. Siap menjilat atasan dan berlindung di ketiak atasan. 

2. PNS Cari Aman; yang penting ke semua orang harus baik, walaupun itu salah, walaupun itu tidak enak, tidak ada inisiatif, kreatifitas, diam saja, ikuti arus saja, yang penting aman... (Jumlah Tipe PNS ini paling banyak)

3. PNS Calon Dipindah; Penuh inovasi dan kreatifitas, berani berbeda pendapat dgn atasan, mempunyai ide-ide untuk pengembangan. (Jumlah Tipe PNS ini sangat sedikit sekali, kalaupun ada mungkin sudah dipindah ke kelurahan terpencil)

Hari Anti Korupsi Dunia 09 Desember 2008

hehehehehe... anti korupsi... susaaaahhhhh neng...

- Tiap kegiatan harus setor ke dinas/instansi 10%

- Honor dan lembur di atur antara kepala seksi dengan bendaharanya.

- Gimana mau bagus hasil kegiatannya, 10% dah setor ke dinas katanya untuk koordinasi, honor dipotong juga 10%, belum honor yang di "patpatgulipat" tandatangan 500rebu, keterima cuman 200rebu... belum SPJ aspal, kuaitansi dan bon aspal (yang penting ber NPWP... hehehe lucu deh...), gimana nga akan bermasalah dengan kejaksaan, BPK, atau institusi pemeriksa lainnya, kalau uang untuk kegiatan sudah habis untuk dikorupsi... pantaslah... makanya potong tuh lingkaran setannya.

- lelang diatur biar dapet uang japrem, kalau nga diaturpun yang menang tetap diminta uang, uang dinaslah, buat kejaksaan lah, buat apalah... yang jelas buat korupsi...

- beda pendapat dengan atasan biar dinas bersih dari korupsi??resikonya;  mau dipindah ke kelurahan terpencil!!!??? gitulah budaya feodal yang masih membabi buta, saya keponakan ini, saya kakak ipar kang sekda, saya anunya ini... halah yang jelas... anda tidak punya kemampuan dan kepantasan jadi pejabat, kemampuan anda hanya "feodalisme" 

- BKD (badan kepegawaian daerah) atau apapun istilahnya, nga ada papanya, kalau mau pindah tinggal bayar, kalau pejabat mau mindahin karyawan yang tidak cium tangannya dan menjilat bokong pejabat, tinggal bikin disposisi saja, pindahkan ke kelurahan paling pojok :)

- Bapak Haji Anuini... halah sudah haji tapi kelakuan kaya calo terminal,

pejabat yg sudah haji : hallo pa haji gimana nih proyek ini ada yang nyanggah, gimana nih biar kondusif

pejabat yg sudah haji juga: oh coba deh suruh panitianya ke kantor saya yah ji... nanti kita aturlah biar kondusif...

halah hajiiii....  hajiiii... kalau lupa aja nulis gelar hajinya... nga bakalan di tandatangan tuh :)

haji lebay siah!!!